Saturday, October 24, 2015

Organizational Behaviour #7

Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah.

Secara umum, tujuan komunikasi adalah sebagai berikut :
  • Supaya yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh komunikan. Agar dapat dimengerti oleh komunikan maka komunikator perlu menjelaskan pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin. 
  • Agar dapat memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu dapat memahami individu yang lain dengan kemampuan mendengar apa yang dibicarakan orang lain. 
  • Agar pendapat kita diterima orang lain. Komunikasi dan pendekatan persuasif merupakan cara agar gagasan kita diterima oleh orang lain. 
  • Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan persuasif kita mampu membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian menggerakkannya sesuai keinginan kita.
Fungsi Komunikasi adalah sebagai berikut :
  • Sebagai Kendali : Fungsi komunikasi sebagai kendali memiliki arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku orang lain atau anggota dalam beberapa cara yang harus dipatuhi. 
  • Sebagai Motivasi : Komunikasi memberikan perkembangan dalam memotivasi dengan memberikan penjelasan dalam hal-hal dalam kehidupan kita. 
  • Sebagai Pengungkapan Emosional : Komunikasi memiliki peranan dalam mengungkapkan perasaan-perasaan kepada orang lain, baik itu senang, gembira, kecewa, tidak suka. dan lain-lainnya. 
  • Sebagai Informasi : Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan dari setiap individu dan kelompok dalam mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pemilihan alternatif. 
Syarat-syarat komunikasi adalah sebagai berikut.. 
  • Source (sumber) : Source adalah dasar dalam penyampaian pesan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber komunikasi adalah orang, lembaga, buku dan lain-lain. 
  • Komunikator : komunikator adalah pelaku penyampain pesan yang berupa individu yang sedang berbicara atau penulis, dapat juga berupa kelompok orang, organisasi komunikasi seperti televisi, radio, film, surat kabar, dan sebagainya. 
  •  Pesan : pesan adalah keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator. Pesan mempunyai tema utama sebagai pengarah dalam usaha mengubah sikap dan tingkah laku orang lain. 
  • Saluran (channel) : Saluran adalah komunikator yang digunakan dalam menyampaikan pesan. Saluran komunkasi berupa saluran formal (resmi) dan saluran informal (tidak resmi). Saluran formal adalah saluran yang mengikuti garis wewenang dari suatu organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dan bawahannya, sedangkan saluran informal adalah saluran yang berupa desas-desus, kabar burung dan kabar angin. 
  • Komunikan : komunikan adalah penerima pesan dalam komunikasi yang berupa individu, kelompok dan massa
  • Effect (hasil) : efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi dengan bentuk terjadinya perubahan sikap dan perilaku komunikan. Perubahan itu bisa sesuai keinginan atau tidak sesuai dengan keinginan komunikator. 

Wednesday, October 14, 2015

Organizational Behaviour #6

Perilaku kelompok adalah suatu respon-respon yang dimiliki setiap anggota kelompok terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang berada di lingkungannya. Ketika sebuah kelompok memasuki dunia organisasi maka karakteristik yang dibawanya adalah kemampuan yang didapat dari pengalaman dimasa yang lalu sehingga menimbulkan rasa percaya diri dalam berorganisasi karna kelompok/individu tersebut sudah memiliki experience di masa lalu. Dan organisasi juga mempunyai karakteristik yaitu keteraturan dalam susunan pekerjaan-pekerjaan, tugas tugas, wewenang, tanggung jawab, sistem penggajian, sistem pengendalian, dll. Jika karakteristik antara keloompok digabungkan dengan karakteristik organisasi maka akan terwujud perilaku kelompok dalam organisasi. Jadi perilaku kelompok dalam organisasi adalah suatu fungsi dari interaksi antara sebuah kelompok dengan lingkungannya ( organisasi ).

Didalam suatu kelompok dalam berorganisasi, bila tidak banyak interaksi / komunikasi didalamnya maka akan memicu terjadinya konflik. 

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :

* konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

* konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).

* konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

* konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

* konflik antar atau tidak antar agama

* konflik antar politik

Kelompok formal dan informal terbentuk karena berbagai alasan. Alasan itu antara lain kebutuhan, kedekatan (proximity), atraksi, tujuan, dan ekonomis.

 

Pemuasan Kebutuhan

Keinginan memuaskan kebutuhan dapat menjadi motivasi kuat yang menjurus pada pembentukan kelompok. Kebutuhan akan rasa aman, social, penghargaan, dan perwujudan dari sebagian besar karyawan sampai tingkat tertentu dapat dipenuhi dengan berafiliasi dalam kelompok.

 

Rasa aman. 

Tanpa kelompok yang diandalkan, jika terjadi berbagai tuntutan pimpinan, karyawan tertentu mungkin berasumsi bahwa mereka berdiri sendiri menghadapi pimpinan dan keseluruhan sistem organisasi. “Kesendirian” ini menjurus kepada suatu tingkat tidak adanya rasa aman. Dengan menjadi anggota suatu kelompok, karyawan dapat terlibat dalam kegiatan kelompok dan membahas tuntutan pimpinan dengan anggota lainnya yang mempunyai pandangan mendukung. Interaksi dan komunikasi yang terjadi antara anggota kelompok tersebut merupakan penyangga terhadap tuntutan pimpinan. Kebutuhan akan penyangga khususnya akan menjadi kuat bagi seorang karyawan baru. Ia dapat menggantungkan seluruhnya kepada kelompok untuk memperoleh bantuan pelaksanaan pekerjaan dengan benar.

 

Sosial.

 Kesenangan orang untuk berkumpul mendorong kebutuhan berafiliasi. Keinginan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok menunjukkan intensitas kebutuhan sosial. Kebutuhan bermasyarakat tidak hanya muncul di tempat kerja tetapi juga di luar tempat kerja, seperti dibuktikan oleh banyaknya susunan organisasi social, politik, kewarganegaraan dan organisasi yang sifatnya persaudaraan, yang dapat dimasuki seseorang.

 

Penghargaan

Dalam suatu lingkungan kerja khusus, karyawan mungkin memandang kelompok tertentu mempunyai prestise tinggi karena berbagai alas an  (kemampuan teknis kegiatan di luar, dan lain sebagainya).  Konsekuensinya, keanggotaan dalam kelompok ini membawa status tertentu yang tidak dapat dinikmati oleh orang yang bukan anggota. Bagi karyawan yang sangat membutuhkan penghargaan, keanggotaan dalam kelompok semacam itu dapat memberikannya banyak kepuasan yang diperlukan. 

 

Pada intinya, untuk mendapatkan kelompok yang berkualitas maka harus berkulitas juga komunikasi antar individu didalam kelompok tersebut. Agar semakin mudah dalam mencapai tujuan bersama.


sumber:
https://ifyourspeechdoesnotenoughanymore.wordpress.com/2011/11/01/perilaku-kelompok-dalam-organisasi-konflik-kekuasaan-dan-politik-serta-motivasi/
http://ema403.weblog.esaunggul.ac.id/wp-content/uploads/sites/177/2015/02/Perilaku-Organisasi-Pertemuan-8.doc


Tuesday, October 6, 2015

Organizational Behaviour #5

Motivasi adalah suatu hal yang dibutuhkan dalam perkembangan suatu arah dan ketekunan individu dalam mencapai suatu target didalam kehidupannya. Dan hal motivasi juga berlaku didalam dunia organisasi didalam sebuah perusahaan.
Setiap individu bisa memotivasi dirinya sendiri, dengan cara mengetahui siapa dirinya, bagaimana dirinya dan apa kemampuan yang ada di dalam dirinya.
Dengan mengetahui hal-hal tersebut, walaupun masih dikatakan kecil dan simple, tapi dapat membantu diri kita untuk memotivasi diri kita sendiri. 
Dengan mengetahui diri kita, kita akan paham cara yang tepat dalam memotivasi diri kita sendiri. Bila diri kita sudah termotivasi maka dalam mengerjakan segala sesuatu akan timbul suatu ketekunan dan niat yang tinggi.
Dan dengan tahu skill yang kita punya, akan mengarahkan kita dalam suatu posisi yang sesuai. 
Karena dengan profesi yang sesuai dan melakukannya dengan perasaan yang 'happy' maka makin cepat kita dalam mencapai suatu target atau tujuan yang sudah terkonsep.

Maka, motivasi penting dalam hal pengembangan diri dan dalam mencapai tujuan yang sudah terkonsep.

np: salah satu cara mengetahui kemampuan diri kita,skill kita, dll yaitu dengan cara mengikuti test IQ atau psikotest. Setelah mengetahui hasilnya, maka akan mempermudah kita dalam mengukur kemampuan diri kita dan pantasnya diri kita dalam menempatkan diri di suatu lingkungan, terutama lingkungan kerja.