Wednesday, October 14, 2015

Organizational Behaviour #6

Perilaku kelompok adalah suatu respon-respon yang dimiliki setiap anggota kelompok terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang berada di lingkungannya. Ketika sebuah kelompok memasuki dunia organisasi maka karakteristik yang dibawanya adalah kemampuan yang didapat dari pengalaman dimasa yang lalu sehingga menimbulkan rasa percaya diri dalam berorganisasi karna kelompok/individu tersebut sudah memiliki experience di masa lalu. Dan organisasi juga mempunyai karakteristik yaitu keteraturan dalam susunan pekerjaan-pekerjaan, tugas tugas, wewenang, tanggung jawab, sistem penggajian, sistem pengendalian, dll. Jika karakteristik antara keloompok digabungkan dengan karakteristik organisasi maka akan terwujud perilaku kelompok dalam organisasi. Jadi perilaku kelompok dalam organisasi adalah suatu fungsi dari interaksi antara sebuah kelompok dengan lingkungannya ( organisasi ).

Didalam suatu kelompok dalam berorganisasi, bila tidak banyak interaksi / komunikasi didalamnya maka akan memicu terjadinya konflik. 

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :

* konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

* konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).

* konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

* konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

* konflik antar atau tidak antar agama

* konflik antar politik

Kelompok formal dan informal terbentuk karena berbagai alasan. Alasan itu antara lain kebutuhan, kedekatan (proximity), atraksi, tujuan, dan ekonomis.

 

Pemuasan Kebutuhan

Keinginan memuaskan kebutuhan dapat menjadi motivasi kuat yang menjurus pada pembentukan kelompok. Kebutuhan akan rasa aman, social, penghargaan, dan perwujudan dari sebagian besar karyawan sampai tingkat tertentu dapat dipenuhi dengan berafiliasi dalam kelompok.

 

Rasa aman. 

Tanpa kelompok yang diandalkan, jika terjadi berbagai tuntutan pimpinan, karyawan tertentu mungkin berasumsi bahwa mereka berdiri sendiri menghadapi pimpinan dan keseluruhan sistem organisasi. “Kesendirian” ini menjurus kepada suatu tingkat tidak adanya rasa aman. Dengan menjadi anggota suatu kelompok, karyawan dapat terlibat dalam kegiatan kelompok dan membahas tuntutan pimpinan dengan anggota lainnya yang mempunyai pandangan mendukung. Interaksi dan komunikasi yang terjadi antara anggota kelompok tersebut merupakan penyangga terhadap tuntutan pimpinan. Kebutuhan akan penyangga khususnya akan menjadi kuat bagi seorang karyawan baru. Ia dapat menggantungkan seluruhnya kepada kelompok untuk memperoleh bantuan pelaksanaan pekerjaan dengan benar.

 

Sosial.

 Kesenangan orang untuk berkumpul mendorong kebutuhan berafiliasi. Keinginan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok menunjukkan intensitas kebutuhan sosial. Kebutuhan bermasyarakat tidak hanya muncul di tempat kerja tetapi juga di luar tempat kerja, seperti dibuktikan oleh banyaknya susunan organisasi social, politik, kewarganegaraan dan organisasi yang sifatnya persaudaraan, yang dapat dimasuki seseorang.

 

Penghargaan

Dalam suatu lingkungan kerja khusus, karyawan mungkin memandang kelompok tertentu mempunyai prestise tinggi karena berbagai alas an  (kemampuan teknis kegiatan di luar, dan lain sebagainya).  Konsekuensinya, keanggotaan dalam kelompok ini membawa status tertentu yang tidak dapat dinikmati oleh orang yang bukan anggota. Bagi karyawan yang sangat membutuhkan penghargaan, keanggotaan dalam kelompok semacam itu dapat memberikannya banyak kepuasan yang diperlukan. 

 

Pada intinya, untuk mendapatkan kelompok yang berkualitas maka harus berkulitas juga komunikasi antar individu didalam kelompok tersebut. Agar semakin mudah dalam mencapai tujuan bersama.


sumber:
https://ifyourspeechdoesnotenoughanymore.wordpress.com/2011/11/01/perilaku-kelompok-dalam-organisasi-konflik-kekuasaan-dan-politik-serta-motivasi/
http://ema403.weblog.esaunggul.ac.id/wp-content/uploads/sites/177/2015/02/Perilaku-Organisasi-Pertemuan-8.doc


No comments:

Post a Comment