Sunday, September 6, 2015

Perilaku Organisasi #1

Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan menghadapi AEC atau MEA; Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dimana AEC/MEA adalah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Dan dalam menghadapi persaingan MEA yang ketat, maka setiap negara membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, cerdas serta kompetitif.
Menurut HarianJogja pada tanggal 4 september 2015, KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia sangat mendukung serta mendorong para penekun industri di DIY. KADIN serta kementrian perdagangan akan sangat membantu UKM lokal yang dinilai sangat potensial dalam berkembang dalam lini bisnis nasional maupun global. Dengan KADIN mendampingi dan mendukung usaha-usaha kecil yang potensial tersebut, diharapkan mampu melahirkan enterpreuneur baru yang memiliki daya saing serta kompetitif dalam bidangnya karena DIY juga termasuk salah satu ujung tombak perekonomian nasional dalam bidang ekonomi kreatif.
Oleh karena itu, KADIN membutuhkan sistem organisasi yang mendukung dan benar dalam prosesnya demi mewujudkan berkembangnya UKM di Jogja agar dapat bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Tentunya dibutuhkan kerjasama antara KADIN, Kementrian Perdagangan serta para pengrajin yang potensial tersebut.
Organisasi mempunyai pengertian yaitu; suatu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama(James D. Mooney) atau suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih(Chester I. Bernard).
Bila dihubungkan antara kasus yang saya sampaikan dengan teori yang berkaitan, maka dalam menghadapi MEA saat ini, kita harus pintar-pintar dalam menggunakan peluang yang ada, menerapkan sistem organisasi yang baik dan benar dengan saling berkomunikasi dan diskusi. Komunikasi yang dimaksud ialah antara KADIN serta para pengrajin di Daerah Istimewa Yogyakarta. Memberikan pelatihan bisnis untuk ukm lokal agar kualitas produk yang akan dipasarkan bisa meningkat dan manajemen dari ukm lokal tersebut dapat terorganisir dengan baik.
“Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar-pasar di Negara lain. Kita juga harus dapat membanjiri pasar Negara lain dengan produk Indonesia, termasuk produk DIY,” kata Kasubdit Kerjasama dan Pengembangan Kerjasama Direktorat Kerjasama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan RI La Ode Piter Hanafi.
Diharapkan dengan kerjasama yang baik yang diciptakan oleh KADIN dan juga UKM lokal Indonesia, dapat mendongkrak eksistensi kerajinan dalam negeri agar lebih berkualitas serta dapat membantu Indonesia bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.



No comments:

Post a Comment