Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan
menghadapi AEC atau MEA; Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dimana AEC/MEA adalah
integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara
ASEAN. Dan dalam menghadapi persaingan MEA yang ketat, maka setiap negara
membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, cerdas serta kompetitif.
Menurut HarianJogja pada
tanggal 4 september 2015, KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia sangat
mendukung serta mendorong para penekun industri di DIY. KADIN serta kementrian
perdagangan akan sangat membantu UKM lokal yang dinilai sangat potensial dalam
berkembang dalam lini bisnis nasional maupun global. Dengan KADIN mendampingi
dan mendukung usaha-usaha kecil yang potensial tersebut, diharapkan mampu
melahirkan enterpreuneur baru yang memiliki daya saing serta kompetitif dalam
bidangnya karena DIY juga termasuk salah satu ujung tombak perekonomian
nasional dalam bidang ekonomi kreatif.
Oleh karena itu, KADIN
membutuhkan sistem organisasi yang mendukung dan benar dalam prosesnya demi
mewujudkan berkembangnya UKM di Jogja agar dapat bersaing menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN. Tentunya dibutuhkan kerjasama antara KADIN, Kementrian
Perdagangan serta para pengrajin yang potensial tersebut.
Organisasi mempunyai
pengertian yaitu; suatu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai
tujuan bersama(James D. Mooney) atau suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih(Chester I. Bernard).
Bila dihubungkan antara
kasus yang saya sampaikan dengan teori yang berkaitan, maka dalam menghadapi
MEA saat ini, kita harus pintar-pintar dalam menggunakan peluang yang ada,
menerapkan sistem organisasi yang baik dan benar dengan saling berkomunikasi
dan diskusi. Komunikasi yang dimaksud ialah antara KADIN serta para pengrajin
di Daerah Istimewa Yogyakarta. Memberikan pelatihan bisnis untuk ukm lokal agar
kualitas produk yang akan dipasarkan bisa meningkat dan manajemen dari ukm
lokal tersebut dapat terorganisir dengan baik.
“Jangan sampai Indonesia
hanya menjadi pasar-pasar di Negara lain. Kita juga harus dapat membanjiri
pasar Negara lain dengan produk Indonesia, termasuk produk DIY,” kata Kasubdit Kerjasama
dan Pengembangan Kerjasama Direktorat Kerjasama Pengembangan Ekspor Ditjen
Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan RI La Ode Piter Hanafi.
Diharapkan dengan kerjasama
yang baik yang diciptakan oleh KADIN dan juga UKM lokal Indonesia, dapat
mendongkrak eksistensi kerajinan dalam negeri agar lebih berkualitas serta
dapat membantu Indonesia bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.
No comments:
Post a Comment